Kenapa kau suka hujan? Seperti anak kecil saja.
Kenapa kau takut gelap? Dasar penakut.
***
Aku mencintai hujan
karena ia membawa ketabahan. Ketabahan untuk terus terjatuh, walaupun mungkin
rasanya sangat sakit, yang terpenting ia telah menyelesaikan amanah yang telah
Tuhan percayakan kepadanya.
Aku mencintai hujan
karena ia membawa kesabaran. Sabar mendengar celotehan mereka yang selalu
merindu saat ia tak datang, namun selalu mengeluh ketika ia mulai rela untuk
terjatuh. Bisakah kalian bayangkan sakitnya?
Aku mencintai hujan
karena ia membawa kejujuran. Ia membuatku tak bisa berkutik. Ia membuatku harus
mengakui bahwa aku sedang merindu.
Jika aku mencintai
sesuatu, aku akan mencintai segala yang ia miliki. Aku akan mencintai dengan
segala resikonya. Tak mungkin bukan jika aku hanya mencintai hujan tanpa mau
merasakan gelapnya mendung dan gemuruhnya petir?
Aku memang takut gelap
dan aku tak tahu mengapa. Tapi aku akan melawan rasa takutku sendiri untuk
mendapat hal yang ku cintai setelahnya. Seperti aku yang mencintai hujan
beserta gelapnya mendung dan gemuruh petir. Seperti aku yang mencintaimu dengan
segala resiko yang akan ku hadapi. Seperti aku yang mencintaimu dengan segala
baik burukmu, lebih kurangmu, dan segala halangan yang merintang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar